Tampilkan postingan dengan label Despair. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Despair. Tampilkan semua postingan

17 Jan 2012

Kebanggaan

Bagaimana cara kita menilai kebanggaan kita terhadap negara kita saat kita berada di luar negeri?

Tiba-tiba pertanyaan itu muncul begitu saja dalam pikiran. Saya sekarang masih berstatus mahasiswa postgraduate di salah satu universitas terkenal di negara tirai bambu, dan pada kesempatan kedua kali saya belajar di China, saya memilih universitas di kota yang berbeda, yaitu kota Hangzhou.

Banyak orang yang bilang bahwa Hangzhou adalah kota pelajar, ini bisa dilihat dari banyaknya tempat bersejarah yang berhubungan dengan pendidikan ataupun mungkin yang nyerempet dikit dengan pendidikan. Kesan pertama saat saya sampai di kota ini adalah "tenang" dan "bersih". Mungkin kota ini adalah kota yang bersih dibandingkan beberapa kota di China yang lain, tapi kalo ketenangan, kota ini ternyata tidak memiliki ketenangan yang saya banyangkan, karena bagaimanapun juga China memiliki masyarakat yang sangat banyak, bahkan di kota kecil seperti Hangzhou.

17 Agu 2011

MERDEKA!!!

Masa lalu menciptakan masa kini...
Kemerdekaan Indonesia diciptakan dari pengorbanan para pejuang yang terlupakan...
Cita-cita dan Pengorbanan mereka semua seperti lelucon yang gentir,
Indonesia hanya diisi oleh Koruptor.

Hey! Biarpun begitu Indonesia sekarang telah menjadi lebih baik ketimbang jaman penjajahan dulu!
Setidaknya...
kita tidak lagi diperbudakan oleh penjajah, biarpun sekarang kita diperbudakan oleh hal-hal semacam
facebook, twitter, BBM, YM, chatting, games, dan hal-hal addict lainnya. Dan setidaknya hal itu tidak menyebabkan kematian, penderitaan, ataupun hal semacam jaman nenek moyang kita dulu. Biarpun kadang kecanduan itu membuat orang serasa sudah mati.

Ada pertanyaan yang sering ditanyakan di sekolah dulu seperti, "Bagaimana cara kita mengisi kemerdekaan?"
Pertanyaan membosankan itu, anehnya memiliki jawaban pasti yang terdengar megah, tapi pada akhirnya menjadi jawaban yang keluar dari tulisan belaka namun tidak pernah ada tindakan nyata. Setidaknya itu membuat citra kita terlihat lebih nasionalis, lebih hebat ketimbang yang lainnya.

MERDEKA!!!

24 Jun 2011

Penulis itu....

Pada jaman dahulu kala di negeri yang jauh-jauh sekali, hidup seorang pemuda yang berpikir bahwa penulis/author adalah hal yang luar biasa.

Dan... harus kuakui dengan berat hati, pada awalnya itulah presepsi dangkalku tentang penulis. Namun saat mencobanya, terutama dimulai dari pelajaran bahasa indonesia, kuakui, itu adalah kenyataan yang paiiiitttttt.....

Well, Reality always different than fiction.

Pada rekan-rekan di Proyek Bumi (sebuah proyek cerpen paling happening dan gaul sejagad dunia), aku selalu berkata bahwa cerpenku "in progress"
Itu bohong... aku telah menyelesaikan kira-kira 2 bulan yang lalu, dengan kecepatan ide yang mengalir tak lebih rendah ketimbang dari guyuran air terjun niagara!!!!
Lalu anda pasti bertanya-tanya apa yang kulakukan sekarang?

6 Jun 2011

Konsumerisme, Kehancuran, dan Kegelapan

Demi iPad2, Remaja Ini Jual Ginjalnya

CHENZHOU, KOMPAS.com
Seorang remaja 17 tahun nekat menjual salah satu ginjalnya hanya untuk membeli iPad2.
....
Kasus ini menimbulkan kegemparan di China (Bahkan Dunia). Banyak orangtua mengeluhkan, materialisme sudah menghancurkan moral generasi muda.
IPad2 menjadi gadget yang sangat populer di China. Ribuan orang mengantre di depan Apple Store di Beijing untuk mendapatkannya. Sumber

Dalam kemajuan peradaban, teknologi semakin berkembang, hidup semakin mudah, dan manusia menjadi semakin bodoh dan acuh. Dunia yang berputar semakin cepat membuat manusia berpikir semakin Instant. Semua ingin serba cepat, cepat kaya, cepat sukses, cepat memiliki. Dengan dominasi era Konsumerisme, keserakahan manusia semakin dimanjakan. Segala hal yang dipertontonkan di dunia seakan memancing manusia untuk memiliki. Dan di-labeli sebagai milik-ku, milik-mu, dan bukan milik.

Mengutip kata-kata mantan atasan saya:

8 Mei 2011

Rutinitas dan Irama

Kadang-kadang saya suka bertanya-tanya sendiri

"Sebenernya lebih bagus filosofi timur atau barat sih?"

Pada akhirnya saya hanya akan senyum-senyum saja, karena sejujurnya kedua kiblat pemikiran itu saling melengkapi. Filosofi barat pada awalnya lebih mencari arti dari diri, sedangkan Filosofi timur awalnya lebih ke semesta. Yang satu berbasis Detail dan yang satu secara Keseluruhan. Namun pada akhirnya, kedua pemikiran itu saling berpadu, dan menghilangkan batasan masing-masing.
Karena gagasan tidak bisa terbatas pada satu kerangka sempit yang dinamakan kategori, setiap saat kotak kategori itu harus siap dihancurkan untuk menghasilkan kerangka berpikir baru. Terus berkembang untuk mencapai suatu pemikiran yang adidaya dan sempurna. Sejujurnya sampai saat ini kesempurnaan itu masih tampak seperti sebuah Utopia belaka.

18 Jan 2011

No Problem...

Sesungguhnya saya ingin membuat tulisan sebelum pergantian tahun. Namun jujur saja, akhirnya baru dibuat sekarang. Itu pun setelah penundaan yang cukup lama...

Hal apa sih yang membuat menulis itu begitu sulit?

Jujur saja, yang tersulit adalah keinginan membuatnya sempurna.
Tulisan ini pun begitu, saya ingin membuat tulisan yang bagus, bermakna, asik, dan menarik.
Tapi apa yang terjadi?
Ga JADI JADI!!
Saya membuat perbaikan disana-sini, gonta-ganti topik yang tak berujung... yang akhirnya tulisan yang tak jadi-jadilah yang terjadi.

Sampai saya mulai menyadari, tak perlu ada yang sangat sempurna. Atau lebih tepatnya, tak ada yang sempurna.